Sejarah Pantai Kuta Bali Sebelum terkenal menjadi tempat wisata pantai di Bali, pantai ini
dulunya adalah perkampungan nelayan tradisional, kini berubah menjadi
tempat pertemuan orang-orang dari berbagai negara.
Selain itu, pantai Kuta dulunya adalah pelabuhan dagang dan banyak
pedagang dari luar Bali melakukan transaksi dagang di sini. Pada abad ke
19, seorang pedagang yang berasal dari Denmark bernama Mads Lange,
mendirikan tempat perdagangan di pantai ini. Karena kepandaiannya dalam
bertransaksi dan negosiasi dagang, Mads Lange terkenal di kalangan
raja-raja Bali.
Dulunya pantai ini adalah habitat dari penyu hijau dan banyak orang
yang tidak tahu akan hal ini. Penyu hijau keberadaannya hampir punah dan
menjadi salah satu hewan yang dilindungi pemeritah Indonesia.
Penangkaran penyu hijau di pulau Bali sekarang telah di pindahkan ke
pantai Tanjung Benoa Bali.
Jika anda ingin melihat penyu hijau anda dapat berkunjung ke pulau penyu di Tanjung Benoa menggunakan glass bottom boat, sambil memberikan makan ikan dalam perjalanan menuju pulau penyu di Tanjung Benoa.
Kota Bali adalah primadona pariwisata
Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan
keindahan alamnya, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan
kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Bali sebagai tempat tujuan
wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata
menarik, apa saja tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi. beberapa
tempat itu antara lain : Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang -
Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina
dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani,
Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya.
Musik
tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak
daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan
berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan
dalam teknik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak,
yaitu sebentuk nyanyian yang konon menirukan suara kera. Demikian pula
beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya gamelan
jegog, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding dan gamelan
Semar Pegulingan. Ada pula musik Angklung dimainkan untuk upacara
ngaben serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan
Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa
penjajahan Belanda serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak
era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai
alat musik perkusi metal (metalofon), gong dan perkusi kayu (xilofon).
Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau
permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling memengaruhi
daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat
Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.
Tari
Seni tari Bali
pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu wali atau
seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk
upacara dan juga untuk pengunjung dan balih-balihan atau seni tari untuk
hiburan pengunjung.
Pakar seni tari Bali I Made Bandem[8] pada awal tahun 1980-an pernah
menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke
dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede,
bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan dan Wayang Wong,
sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon
dan Joged serta berbagai koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari
Kecak dan Tari Pendet. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama
dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan
tradisi Sang Hyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak
memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari
Bali-nya.
kesini pengen juga
BalasHapusAahhh pengen
BalasHapusSukaa
BalasHapusSukaa
BalasHapusMirip
BalasHapus